Deskripsi Diri

Khairil Anwar, SE, M.Si lahir di Paya Naden pada 20 April 1978 dari pasangan Tengku Umar bin Abu Bakar dan Fatimah binti Muhammad. Gelar Sarjana di peroleh dari Unsyiah Banda Aceh, sementara gelar Magister di peroleh dari SPs-USU Medan. Sejak tahun 2002 sampai saat ini bekerja sebagai dosen pada Prodi IESP Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh. Menikah dengan Riza Izwarni dan telah dikarunia dua orang anak; Muhammad Pavel Askari dan Aisha Naury.

Selasa, 18 Oktober 2011

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN


(STUDI PERILAKU KONSUMEN DI KOTA LHOKSEUMAWE )



Sepeda motor  telah menjadi  sarana transportasi  yang sangat dekat dalam keseharian masyarakat.  Sepeda motor  merupakan  alat  transportasi  roda  dua yang efisien, efektif  dan ekonomis  serta terjangkau  oleh sebagian  besar masyarakat  Indonesia. Pemasaran Sepeda Motor Honda  di Indonesia oleh PT Astra Honda Motor(AHM) merupakan  jaringan  pemasaran  motor  Honda di Indonesia  yang bekerja sama dengan   Honda Motor Company  Limited Jepang dan Astra  International Tbk Indonesia,   telah  terbukti unggul dapat menarik  perhatian sebagian  besar  konsumen  untuk menggunakan  sepeda  motor Honda, selain karena  sepeda motor Honda  ekonomis dan  irit bahan bakar  para konsumen  memilih meggunakan  motor Honda  karena  tehnologinya  mampu menjawab kebutuhan  masyarakat.
PT. Astra Honda  Motor (AHM) memperkenalkan  New Honda Vario produk terbaru  berbasis automatic  transsmission  skuter dengan  sejumlah fitur  terbaru dan  terlengkap di Indonesia. Menurut AHM,  skutik Merek  Honda  Vario diciptakan  dengan desain  yang inovatif  sehingga sesuai dengan   selera  dan gaya  generasi muda. Menurut hasil survey menunjukkan  bahwa  pemakaian  sepeda  motor  matic tumbuh  hingga  6% dari total penjualan   yang mencapai 2,9 juta  unit, yang sebelumnya  tahun  2005  pasar matic hanya  menguasai  pangsa  pasar  3% dari total penjualan.
            Konsumen sebagai  individu dalam memilih  suatu jenis  produk yang diinginkannya   dipengaruhi oleh banyak  faktor, dimana  factor – factor  tersebut berbeda  antara satu dengan  yang lain. Perbedaan ini dipengaruhi oleh  faktor individu itu sendiri dan juga oleh  faktor lingkungan yang  mempengaruhinya. Perbedaan inilah yang mempengaruhi  minat dan perilaku konsumen  didalam  mengambil keputusan   pemilihan terhadap  produk yang dinginkan.
Untuk dapat meraih pangsa pasar para produsen  harus memahami  perilaku konsumen  dalam hal  memahami minat  mereka. Pemahaman akan  perilaku konsumen  ini  memungkinkan pemasar  dapat mempengaruhi minat  konsumen sehingga mau  membeli apa yang di tawarkan pemasar.
Minat berperilaku merupakan fungsi evaluasi dari keseluruhan sikap terhadap perilaku ditambah keyakinan tentang pengharapan-pengharapan dari orang -orang yang relevan terhadap perilaku seperti itu yang kemudian ditimbang dengan motivasinya untuk menuruti pengharapan-pengharapan tersebut (norma subyektif); dan minat berperilakunya akan menentukan perilakunya. Kombinasi antara kekuatan dan evaluasi tentang keyakinan penting seorang konsumen akan membentuk perilakunya permintaan produk .
Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan  dan mempergunakan barang yang  ditawarkan. Menurut Kotler (1997 : 162), ada lima tahap proses keputusan pembelian konsumen, yang diawali oleh analisis atau pengenalan kebutuhan, yakni proses membeli yang dimulai dengan mengenali adanya masalah atau pengenalan kebutuhan, kedua pencarian informasi yakni apabila dorongan konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada  dalam jangkauan konsumen  dan kemungkinan membelinya, ketiga  evaluasi alternatif, yakni bagaimana konsumen  mengolah informasi sampai kepada pemilihan merek, keempat keputusan membeli, artinya dalam tahap evaluasi konsumen membuat peringkat merek dan membentuk minat untuk membelinya, serta yang kelima perilaku pasca pembelian dari tahap proses keputusan membeli.
Perilaku pembelian konsumen  terhadap  produk sepeda motor Merek Honda  Vario  ditentukan oleh banyak  faktor  yang mempengaruhi  minat beli konsumen, berdasarkan uraian  tersebut,  maka penulis tertarik untuk melakukan  penelitian  lebih lanjut  tentang  Analisis Faktor – Faktor  yang Mempengaruhi  minat beli  Konsumen terhadap   Sepeda Motor Merek Honda Vario ( Studi Perilaku Konsumen  di Kota Lhokseumawe ).
Perumusan Masalah
Berdasarkan   latar belakang yang telah di uraikan  diatas maka  yang menjadi  permasalahan dalam  penelitian ini adalah  :
1.      Faktor – faktor apa saja  yang mempengaruhi minat beli  konsumen terhadap  sepeda motor Merek  Honda Vario  di Kota Lhokseumawe.
2.      Sejauh mana  pengaruh faktor  merek, kualitas, promosi, harga, desain, dan nilai jual kembali  terhadap minat beli  konsumen sepeda  motor Merek Honda Vario.

Sesuai dengan  perumusan  masalah  diatas maka yang menjadi  tujuan  penelitian  adalah   :
1.      Untuk mengetahui dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi  minat beli  konsumen terhadap      sepeda motor Merek Honda  Vario di kota Lhokseumawe .
2.      Untuk menganalisis  sejauh mana   pengaruh faktor  merek, kualitas, promosi, harga, desain, dan nilai jual kembali  terhadap minat beli  konsumen sepeda  motor  merek Honda Vario.

Tinjauan Pustaka

Persaingan  bisnis yang semakin  ketat dalam  beberapa industri khususnya dalam indutri otomotif, menuntut perusahaan untuk menerapkan manajemen yang lebih baik. Selain dari sisi produk yang terus  diinovasi, juga sangat diperlukan pemahaman terhadap perilaku pembelian  konsumen .
Engel (1994:03) mendefinisikan perilaku konsumen  adalah tindakan  konsumen yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli suatu tindakan .

Faktor – Faktor yang  Mempengaruhi  Perilaku Konsumen  
Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terdiri dari faktor budaya, sosial, pribadi perseorangan dan psikologi. Faktor budaya, baik budaya si pembeli itu sendiri, sub budaya dan kelas sosial, mempengaruhi perilaku konsumen atau pembeli barang – barang konsumsi.
Faktor  sosial yang mempengaruhi  perilaku konsumen atau pembeli barang – barang konsumsi terdiri dari kelompok yang mempengaruhi (reference group), keluarga (family), dan status sosial.
Faktor pribadi perseorangan  yang mempengaruhi perilaku konsumen atau pembeli barang – barang konsumsi terdiri dari tingkat siklus kehidupan ( life cycle stage) dan umur si pembeli, pekerjaan, keadaan ekonomi, cara hidup (life style), kepribadian dan konsep diri sendiri ( self concept) yaitu bagaimana seseorang  melihat dirinya sendiri.
Faktor psikologis dari orang – orang  yang mempengaruhi dalam pembelian  adalah motivasi, persepsi, proses belajar dari pengalamannya serta kepercayaan diri dan sikap seseorang .
Menurut Engel at.al (1994:05) perilaku konsumen merupakan segala sesuatu yang dilakukan individu yang menyangkut proses konsumsi barang dan jasa baik sebelum atau sesudahnya. Perilaku konsumen  meliputi bagaimana seorang konsumen memutuskan untuk memilih  sebuah produk, cara mendapatkan produk tersebut, bagaimana  menggunakannya dan apa yang dilakukan setelah mengkonsumsi produk atau jasa tersebut.
Menurut Engel at.al (1994:46) faktor – faktor  yang mempengaruhi  perilaku konsumen  tersebut adalah  faktor lingkungan, perbedaan individual dan faktor  psikologis. Berikut  penjelasan dari ketiga  faktor tersebut :
1. Faktor Lingkungan
Para konsumen  hidup dalam lingkungan yang serba kompleks, dimana proses  kebutuhan mereka  dipengaruhi oleh  lima  faktor  yaitu  :
  1. Budaya, mencakup  pada nilai-nilai, gagasan, dan simbol – simbol  yang bermakna  untuk membantu  individu  dalam berkomunikasi, melaksanakan  penafsiran  dan evaluasi berbagai gejala didalam masyarakat.
  2. Kelas Sosial, merupakan  pembagian  didalam  masyarakat  yang terdiri  dari individu  dengan berbagi nilai, minat  dan perilaku yang sama.
  3. Pengaruh Pribadi, merupakan   respon  seseorang terhadap tekanan yang dirasakan  untuk menyesuaikan diri  dengan  norma  dan harapan  yang diberikan  oleh orang lain.
  4. Keluarga, merupakan  unit pengambilan  keputusan utama, dengan pola peranan dengan  fungsi yang kompleks  dan bervariasi.
2. Faktor  perbedaan Individu
Perbedaan individu  merupakan  faktor internal  yang menggerakkan  dan mempengaruhi  perilaku  suatu  individu, perbedaan  ini  disebabkan oleh lima faktor yaitu :
  1. Sumber daya konsumen, dimana setiap orang membawa tiga  sumber daya  dalam setiap situasi pengambilan  keputusan  yakni waktu, dana dan perhatian.
  2. Motivasi dan Keterlibatan, motivasi merupakan  faktor terpenting dalam hal  mengendalikan  pribadi yang dirasakan  atau minat yang timbul  dalam situasi yang spesifik. Dan keterlibatan merupakan  refleksi dari motivasi yang kuat  dan  sangat dirasakan  dari suatu produk dan jasa  dalam hal tertentu.
  3. Pengetahuan, merupakan  informasi yang disimpan  dalam ingatan, dimana  pengetahuan  konsumen   mencakupi susunan luas informasi seperti  ketersedian dan  karakteristik produk dan jasa, dimana dan kapan  untuk membeli  dan  bagaimana menggunakan produk.
  4. Sikap (attitude),  merupakan  suatu evaluasi menyeluruh  yang memungkinkan  orang  berespons dengan cara  menguntungkan  atau tidak menguntungkan secara  konsisten  berkenaan dengan  objek atau alternatif  yang diberikan.
  5. Kepribadian, Gaya hidup dan Demografi.  Kepribadian  merupakan  karakteristik  psikologis  yang berbeda dari setiap  orang yang memandang  responnya terhadap  lingkungan  yang konsiten. Gaya hidup adalah  pola  hidup seseorang yang  di ekspresikan  oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang, sedangkan Demografi  yang   tujuannya adalah  mendeskripsikan  pangsa konsumen seperti usia,  pendapatan,  dan pendidikan.
3. Faktor Proses Psikologis
a.  Pengolahan Informasi yang menyampaikan  cara – cara dimana  informasi  ditransformasikan, dikurangi, dirinci, disimpan dan  didapatkan kembali dan disimpan, ini begitu penting bagi komunikasi pemasaran sehingga  pengolahan  informasi mendominasi  bidang penelitian  konsumen.
b.   Pembelajaran, merupakan  proses dimana   pengalaman  menyebabkan  perubahan dalam pengetahuan atau perilaku.
c.   Perubahan sikap dan perilaku, menggambarkan  pengaruh psikologis  dasar yang menjadi subjek dari  beberapa penelitian.

Proses Pengambilan Keputusan  Konsumen
Keputusan konsumen merupakan fungsi evaluasi dari keseluruhan sikap ditambah keyakinan tentang pengharapan-pengharapan dari orang -orang yang relevan yang akan menentukan perilakunya. Kombinasi antara kekuatan dan evaluasi tentang keyakinan penting seorang konsumen akan membentuk perilakunya permintaan produk . Menurut Arsyad dalam  Sitti ( 2005 :01) Estimasi fungsi permintaan menjelaskan bahwa fungsi permintaan  pasar suatu produk menunjukan hubungan  antara jumlah produk yang diminta dengan semua faktor yang mempengaruhi permintaan. Ada beberapa variabel penentu permintaan yang dapat digolongkan menjadi variabel strategis ( harga produk, advertensi, kualitas dan desain barang serta saluran distribusi) dan variabel konsumen ( tingkat pendapatan, selera konsumen, dan harapan terhadap harga dimasa  mendatang, serta variabel  pesaing ( harga barang substitusi dan barang komplementer, advertensi, promosi barang lain, saluran distribusi barang lain, kualitas serta desain barang).
Demikian juga   seperti yang dikemukakan oleh Putong  dalam Ekonomi Mikro dan Makro (2002 : 32) terhadap beberapa  faktor yang dapat mempengaruhi permintaan seperti harga barang yang dimaksud, tingkat pendapatan, jumlah penduduk, selera, ramalan dimasa yang akan datang serta harga barang lain . Begitu juga  yang dikemukan oleh Suhartati dan Fathorrozi  dalam Teori Ekonomi Mikro (2003 : 13).
Dalam   membeli suatu  produk  biasanya konsumen  mengikuti  beberapa tahapan dalam proses  pengambilan  keputusan  pembelian, menurut  Boyd ( 2000 : 123) terdiri dari : (1) pengenalan kebutuhan, (2) pencarian informasi,(3) evaluasi alternatif, (pembelian), (5)  perilaku pasca pembelian. Kelima tahapan tersebut mewakili  proses menggerakkan  konsumen  dari  dari pengenalan produk  atau jasa  ke evaluasi pembelian.
Proses pengambilan  keputusan  konsumen  tidak bisa terjadi  dengan sendirinya, sebaliknya  masalah kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis secara kuat  mempengaruhi  proses keputusan   tersebut. Mereka memiliki pengaruh  dari waktu konsumen  menerima  ransangan  melalui perilaku pasca  pembelian. Faktor budaya  yang termasuk didalamnya  adalah budaya dan nilai, sub-sub budaya dan kelas  sosial, secara luas mempengaruhi  pengambilan keputusan konsumen. Faktor sosial  menunjukan interaksi sosial  antara  konsumen dan mempengaruhi sekelompok orang, seperti pada referensi kelompok, opini para pemimpin dan  para anggota keluarga. Faktor Individu (pribadi), termasuk jenis kelamin, umur, keluarga dan daur hidup keluarga( family life cycle stage), pribadi, konsep hidup dan gaya hidup adalah  unik  pada setiap individu  dan memerankan  aturan utama  pada  produk dan jasa yang diinginkan konsumen. Faktor  psikologis  menentukan bagaimana menerima bagaimana dan berinteraksi dengan  lingkungannya  dan  pengaruh pada  keputusan  yang diambil oleh konsumen yang didalamnya terdiri dari persepsi, motivasi, pembelajaran, keyakinan dan sikap.

Pengenalan Kebutuhan
Pengenalan kebutuhan terjadi ketika konsumen menghadapi  ketidakseimbangan  antara  keadaan  sebenarnya dan keinginan, misalnya ketika kita haus  setelah bekerja berat? Apakah iklan  sepeda motor.
Proses  pengambilan keputusan  yang digunakan  konsumen  ketika  melakukan pembelian  bervariasi. Proses ini  dapat dikelompokkkan menjadi empat  katagori  menurut (1) apakah  konsumen menmiliki tingkat  keterlibatan  yang tinggi atau rendah ,(2) apakah konsumen  terlibat dalam  pencarian informasi  dan evaluasi merek-merek alternatif secara  mendalam atau  melakukan pengambilan keputusan   secara  rutin. Pembeli yang berbeda  mungkin terlibat  dalam jenis  proses pengambilan keputusan  yang berbeda bergantung  pada sejauh  apakah  keterlibatan  dalam  produk. Sebuah  produk yang bagi  seorang konsumen  memerlukan keterlibatan yang tinggi  mungkin  hanya   membutuhkan   keterlibatan yang rendah bagi pembeli yang lain. 

Hipotesis
Berdasarkan  perumusan masalah diatas  maka  hipotesis  penelitian  ini dirumuskan   sebagai berikut  :
  1. Faktor – faktor  merek, kualitas, promosi, harga, desain, dan nilai jual  kembali diduga  berpengaruh  terhadap minat beli konsumen  sepeda motor Merek Honda Vario.
  2. Faktor  merek, kualitas, promosi, harga, desain, dan nilai jual  kembali berpengaruh positif terhadap  minat beli konsumen  sepeda motor Merek  Honda   Vario.

Metode Penelitian

Lokasi dan Objek Penelitian
Dalam melakukan  penelitian ini, peneliti  mengambil  lokasi  di Kota Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam.Dan objek yang diteliti adalah  sepeda motor merek honda  vario.
Populasi dan Sampel

Populasi  dalam  penelitian  ini adalah seluruh  pemilik  sepeda  motor Honda merek Vario  yang  ada di Kota Lhokseumawe yang berjumlah  2.747 orang. Umar (2005),  menyatakan  untuk menentukan berapa  minimal jumlah sampel yang dibutuhkan  jika ukuran  populasi tersebut diketahui  maka dapat digunakan rumus Slovin.
Mengingat  banyak jumlah populasi yang ada maka  tehnik penentuan sampel  yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah adalah dengan  menggunakan tehnik pengambilan sampel  rumus Slovin dalam Umar (2005) yaitu :
                                     N       
n  =       
                                  1 + Ne²

Keterangan :

n          = Ukuran sampel
N         = Ukuran Populasi
e          = Persen kelonggaran  ketidaktelitian  karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan ( dalam penelitian ini digunakan  10 % atau 0.1)

Dengan demikian jumlah sampel  dalam penelitian ini adalah :

                 2.747         
n  =    ---------------     = 96.48
         1 + 2.747 (0.1)²

    =    96  responden

Tehnik sampling  yang  akan digunakan  adalah dengan tehnik Incidental Sampling  yaitu  responden yang kebetulan dijumpai atau dapat di jumpai.

1.      Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui  kelayakan dalam butir – butir  yang  ada dalam   daftar pertanyaan ketika  mendefinisikan  suatu variabel. Suatu instrumen yang valid atau sahih  mempunyai validitas yang tinggi dimana  instrumen dapat dikatakan  valid apabila  instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya  diukur, Ghozali, (2002).
2.      Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas atau kehandalan menunjukkan sejauh mana suatu pengukuran dapat memberikan hasil yang tidak berbeda bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subyek yang sama. Uji Realibilitas  adalah untuk mengetahui  konsistensi  reliabel (andal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisiten atau stabil dari waktu ke waktu, Ghozali (2002).
Metode Analisis Data

Untuk mengetahui  faktor – faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen terhadap  sepeda motor merek honda  vario, maka penulis menggunakan  analisis regresi berganda  dengan persamaan sebagai berikut :
 Y = a +b1X1 + b2X2+ b3X3+ b4X4+ b5X5+ b6X6+  e
Dimana :
Y                        = Minat beli  Konsumen
a                        = intercept/ konstanta
b1,b2,b3,b4,b5,b6  = Koefisien regresi
e                        =  Standar error (kesalahan penduga / variabel yang tidak diteliti)
X1                      =  Merek
X2                      =  Kualitas
X3                      =  Promosi
X4                      =  Harga
X5                      =  Desain
X6                      =  Nilai jual kembali
Kriteria pengujian :
Ho       : Merek, kualitas, promosi, harga, desain  dan nilai jual kembali tidak berpengaruh positif terhadap minat beli  konsumen sepeda motor merek Honda Vario di  Kota Lhokseumawe.
Ha       :  Merek, kualitas, promosi,harga, desain, dan nilai jual kembali berpengaruh positif terhadap minat beli  konsumen sepeda motor merek  Honda Vario di  Kota Lhokseumawe.


Uji secara Simultan ( Uji-F)
Pengujian  dengan uji F dengan tingkat kepercayaan  95% atau ά = 0,05, apabila hasil perhitungan nilai signifikan F lebih kecil dari ά = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini bahwa variabel-variabel independennya secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan  terhadap variabel dependen, sebaliknya jika signifikan F lebih besar dari ά = 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, hal ini bahwa variabel-variabel independen secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan  terhadap variabel dependennya.

Uji secara Parsial (Uji-t).
Apabila  hasil uji t dengan tingkat kepercayaan (convidence interval) sebesar 95% atau ά =0,05 dan nilai signifikan t lebih kecil dari ά = 0,05 maka Ho ditolak, variabel -  variabel-variabel independen.

Pengujian Asumsi Klasik
Untuk uji asumsi klasik digunakan beberapa uji berikut ini seperti yang dikemukakan oleh Ghozali (2002), yaitu sebagai berikut :

Uji Normalitas
Untuk mengetahui apakah data  terdistribusi  normal atau mendekati normal, bias dianggap normal, bias dilakukan  uji Normality Plot yaitu menggunakan grafik PP-Plot. Pengujian normalitas data dengan menggunakan uji normality Plot dengan dasar pengmbilan keputusan  melihat grafik PP-Plot dengan  melihat sebaran data  yang bergerombol disekitar garis uji yang mengarah kekanan atas dan tidak ada data yang terletak jauh dari sebaran data.

Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah  kejadian  yang menginformasikan  terjadinya hubungan  diantara variabel-variabel bebas dan hubungan  yang terjadi adalah cukup besar , dan ini  akan mempengaruhi bias atau tidaknya  kesimpulan  suatu analisis regresi berganda.

Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas  ini timbul pada saat asumsi  bahwa varian  dari faktor alat  adalah konstan untuk semua variabel bebas yang tidak terpenuhi, jika varian tidak sama dikatakan  terjadi heteroskedastisitas dan untuk mendeteksi ada tidaknya terjadi heterokedastisitas dalam model  regresi digunakan  analisis residual yang berupa grafik dengan dasar pengambilan keputusan jika pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang tidak teratur maka ini sudah terjadi heteroskedastisitas.

Karakteristik Responden
Karakteristik  responden  mengambarkan  identitas responden  di lihat dari jenis kelamin, usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan  responden.  Data mengenai  karakteristik responden  diperoleh   dari  hasil penyebaran kuesioner terhadap  96 responden yang  menggunakan  sepeda motor merek Honda  Vario di Kota Lhokseumawe.
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel -1
Distribusi  Frekuensi Jenis Kelamin Responden

No
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentase (%)
1
2
Pria
Wanita
25
71
26.04
73.96


96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Karakteristik  responden  berdasarkan Jenis kelamin dikelompokkan kedalam  dua  kelompok yaitu  kelompok  pria dan kelompok wanita  sebagaimana  yang ditampilkan pada Tabel -1 di atas dan dapat ditunjukkan bahwa dari 96  responden  sebagian besar  adalah  wanita yang berjumlah   71 responden (73.96 %) dan selebihnya adalah   responden pria yang berjumlah  25 responden (26.04%).

Karakteristik Responden Berdasarkan  Usia
Dari Tabel- 2 di bawah ini terlihat bahwa usia responden  didominasi  oleh usia   antara 31- 40 tahun  yang berjumlah   47 responden  ( 48.95%), usia 20- 30 tahun  dan usia 41 – 50 tahun, masing – masing  berjumlah 25 (26.04%) dan 22 (22.92 %) serta  2 Responden yang berusia diatas  51 tahun  ( 2.08%).

Tabel - 2
Distribusi  Frekuensi Usia Responden
No
Usia (tahun)
Jumlah
Persentase (%)
1
2
3
4
20 - 30
31 - 40
41 – 50
>   51
25
47
22
2
26.04
48.95
22.92
2.08


96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Karakteristik Responden Berdasarkan  Status Perkawinan
Dilihat  dari status  perkawinan  terlihat bahwa responden yang sudah berkeluarga  lebih dominan sebagaimana yang ditampilkan  dalam Tabel -3 berikut ini.
Tabel  - 3
Distribusi  Frekuensi Status Perkawinan Responden

No
Status Perkawinan
Jumlah
Persentase (%)
1
2
Belum Kawin
Kawin
23
73
23.95
76.04

Jumlah
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Dari  Tabel -3 di atas  menunjukan bahwa   status perkawinan responden  lebih didominasi oleh  yang sudah berkelurga (kawin)  yaitu  sebanyak 73 responden atau 76.04% sedangkan sisanya   adalah responden yang belum  berkeluarga (belum kawin)  yaitu sebanyak 23 Responden   atau 23.95 %.


Karakteristik Responden Berdasarkan  Tingkat Pendidikan
Untuk  karakteristik responden  berdasarkan  tingkat  pendidikan  dapat dilihat  pada Tabel  - 4 berikut :

Tabel  - 4
Distribusi  Frekuensi Tingkat Pendidikan  Responden
No
Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
1
2
3
4
5
SLTP
SLTA
Diploma
Sarjana
Pasca Sarjana
6
45
26
18
1
6.25
46.87
27.08
18.75
1.04

Jumlah
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Dari Tabel - 4 di atas terlihat bahwa  tingkat  pendidikan dari responden  didominasi oleh  responden  yang berpendidikan tingkat  Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yaitu  sebanyak 45 responden atau   46.87 %, sementara responden  tamatan SLTP  sebanyak  6 responden atau 6.25 % dan  responden tamatan Diploma sebanyak 26 responden (27.08 %). Sementara  responden dengan tingkat pendidikan  Sarjana dan Pascasarjana masing – masing  berjumlah  18 dan 1 responden atau 18.75 % dan 1.04 %.

Karakteristik Responden Berdasarkan  Jenis Pekerjaan
Tabel - 5
Distribusi  Frekuensi Pekerjaan  Responden

No
Jenis Pekerjaan
Jumlah
Persentase (%)
1
2
3
4
Pegawai Negeri/ TNI/POLRI
Karyawan Swasta
Wiraswasta
Ibu rumah tangga
36
26
23
11
37.5
27.09
23.95
11.46

Jumlah
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel - 5  di atas  dapat dijelaskan  bahwa pekerjaan responden  yang bekerja  sebagai  pegawai negeri sipil/TNI/POLRI  sebanyak  36 responden atau 37.5 %. Sementara  karyawan swasta dan  Wiraswasta  masing – masing berjumlah 26 dan  23 responden  atau 27.09 % dan 23.95 %. Sedangkan responden yang  pekerjaannya sebagai  ibu rumah tangga berjumlah  11 responden atau  11.46 %.

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Untuk tingkat  pendapatan responden  berikut  Tabel - 6 di bawah ini.
Tabel - 6
Distribusi  Frekuensi Tingkat Pendapatan  Responden

No
Tingkat  Pendapatan
Jumlah
Persentase (%)
1
2
3
Rp. 1.000.000 -  Rp. 1.599.999.
Rp. 1.600.000 -  Rp. 1.999.999.
> Rp. 2.000.000.
14
35
47
14.59
36.46
48.95

Jumlah
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Dari Tabel -6 di atas menunjukan bahwa  tingkat  pendapatan  dari responden  didominasi oleh  responden  dengan tingkat pendapatan  diatas lebih dari Rp. 2.000.000  yang berjumlah 47 responden atau  48.95 %, sementara responden   dengan  pendapatan Rp. 1.600.000 -  Rp. 1.999.999 dan  Rp. 1.000.000-Rp. 1.599.999  masing – masing sebanyak  35 dan 14 responden atau 36.46 % dan  14.59 %.

Penjelasan Jawaban Responden
Untuk   mengetahui   pengaruh faktor merek, faktor kualitas, faktor promosi, faktor harga, faktor desain dan faktor nilai jual kembali   terhadap  minat beli  konsumen  sepeda motor merek honda vario, digunakan analisis kuantitatif dengan metode regresi linier berganda, dan hasilnya dapat dilihat sebagai berikut :
Untuk mengukur seberapa besar  pengaruh dari variabel bebas (independen) yaitu  Merek(X1), Kualitas (X2), Promosi (X3), Harga (X4), Desain (X5) serta Nilai Jual Kembali (X6) terhadap  variabel terikat  yaitu Minat Beli Konsumen  (Y). Berikut diuraikan  masing – masing  dari  variabel tersebut yang merupakan  hasil  dari jawaban responden.
Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel Merek
Variabel merek adalah faktor yang memberikan  salah satu pengaruh  terhadap minat beli konsumen terhadap sepeda motor merek Honda  Vario.  Merek adalah faktor yang berhubungan dengan cara pandang terhadap produk yang dipasarkan yang membedakan dengan produk pesaing.  Faktor merek terdiri dari indikator : Merek sepeda motor Honda vario mencerminkan kualitasnya, merek berpengaruh terhadap status sosial, merek mencerminkan gaya hidup, merek mencerminkan  banyaknya  sepeda motor yang sudah dibeli sebelumnya dan merek sepeda motor Honda vario adalah merek yang mudah di jumpai.
Dari hasil penelitian  tentang  tanggapan responden   terhadap variabel merek dapat  dilihat  pada Tabel -7 berikut ini :
Tabel -7
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Variabel  Merek

No
Pernyataan
Kategori
T
o
t
a
l

%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


F
%
F
%
F
%
F
%
F
%


1
Merek sepeda motor vario mencerminkan kualitasnya
41
42.7
55
57.3
0
0
0
0
0
0
96
100
2
Merek berpengaruh terhadap status sosial
34
35.4
49
51
11
11.5
2
2.1
0
0
96
100
3
Merek yang mencerminkan gaya  hidup
37
38.5
46
47.9
12
12.5
1
1
0
0
96
100
4
Sesuai dengan merek yang sudah dibeli sebelumnya
28
29.2
58
60.4
9
9.4
0
0
1
1
96
100
5
Merek yang mudah dijumpai
50
52.1
43
44.8
3
3.1
0
0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

           
Dari Tabel - 7 di atas  bisa dijelaskan  bahwa tanggapan responden tentang indikator merek  sepeda motor honda vario mencerminkan kualitasnya adalah sebagai berikut : Responden yang  menjawab sangat setuju 41 responden ( 42.7 %), setuju  55 ( 57.3 %). Tanggapan responden  atas indikator merek berpengaruh terhadap status sosial adalah  sebanyak  34 (35,4 %) responden menjawab sangat setuju,  49 (51 %) responden  menjawab setuju, 11 (11.5 ) responden menjawab kurang setuju dan 2  (2.1) responden  menjawab tidak setuju. Indikator  merek mencermikan gaya hidup dari hasil sebaran kuisioner diperoleh  jawaban   37 (38.5 %) responden menjawab sangat setuju, 46 (47.9% ) menjawab setuju, 12 (12.5) responden menjawab kurang setuju, dan  hanya  1 ( 1% ) responden  menjawab tidak setuju. Tanggapan responden atas pernyataan sesuai dengan merek yang sudah dibeli sebelumnya adalah  28 (29. 2 %) responden  menjawab sangat setuju,  58 (60.4 %) responden menjawab  setuju,  9 (9.4 %) responden menjawab kurang  setuju dan  1 (1%) responden yang  menjawab sangat tidak setuju.Tanggapan atas pernyataan  merek yang mudah dijumpai adalah 50 responden  menjawab sangat setuju (52.1%),  43 responden  menjawab setuju (44.8 %),  3 responden menjawab kurang setuju (3.1%), dan tidak  ada responden yang  menjawab tidak setuju atau sangat tidak setuju.

Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel Kualitas
Variabel Kualitas adalah faktor yang memberikan  salah satu pengaruh terhadap minat beli konsumen sepeda motor merek honda  vario. Kualitas adalah faktor yang berhubungan  dengan daya tahan yang mencerminkan keseluruhan ciri serta sifat suatu produk yang berpengaruh  pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan bagi konsumen.      Dari hasil penelitian  tentang  tanggapan responden   terhadap varibel kualitas dapat  diperlihatkan  pada Tabel - 8 berikut ini :
Tabel - 8
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Variabel  Kualitas

No
Item No
Kategori
Total
%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
1
Ketangguhan dari mesin honda vario
38
39.6
58
60.4
0
0
0
0
0
0
96
100
2
Kualitas dari honda vario dapat diandalkan
50
52.1
45
46.9
1
1.0
0
0
0
0
96
100
3
Suku cadang yang mudah dijumpai
41
42.7
49
51.0
4
4.2
2
2.1
0
0
96
100
4
Kenyamanan saat berkenderaan
49
51.0
45
46.9
2
2.1
0
0
0
0
96
100
5
Getaran mesin yang stabil
24
25
65
67.7
7
7.3
0
0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Tanggapan  responden  terhadap pernyataan  ketangguhan dari mesin honda vario dari hasil penelitian adalah  sebagai berikut : Responden  yang menjawab dengan  sangat setuju sebanyak 38 (39.6 %)   dan  responden yang menjawab  setuju sebanyak 58 ( 60.4 %).
Tanggapan  responden  terhadap indikator kualitas dari honda vario dapat diandalkan  adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  50 responden (52.1 %), setuju  45 (46.9 %) dan sisanya 1 (1.0 %)   responden kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).
Tanggapan  responden  terhadap  indikator suku cadang yang mudah dijumpai dari 96 responden yang diberi pertanyaan    adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing  41 (42.7 %) dan  49 ( 51 %) dan sisanya  sebanyak  4 responden ( 4.2 % ) yang  menjawab kurang  setuju dan 2 (2.1 %) responden  menjawab tidak setuju.
Tanggapan  responden  terhadap indikator  kenyamanan pada saat berkenderaan   menunjukan bahwa responden yang  menjawab sangat setuju  49 responden (51 %), setuju  45 (46.9 %) dan sisanya 2 (2.1 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).
Tanggapan  responden  terhadap   indikator  getaran mesin yang stabil menunjukan bahwa responden yang  menjawab sangat setuju  24 responden (25 %), setuju  65 (67.7 %) dan sisanya 7 (7.7 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).

Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel Promosi

Dari hasil penelitian  tentang  tanggapan responden   terhadap variabel promosi  dapat  dilihat  pada Tabel - 9 berikut ini :
Tabel - 9
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Variabel  Promosi

No
Pernyataan
Kategori
Total
%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
1
Daya tarik dari pesan iklan  papan reklame
33
34.4
61
63.5
2
2.1
0
0
0
0
96
100
2
Saudara mengenal honda vario dari pesan media cetak
25
26
67
69.8
4
4.2
0
0
0
0
96
100
3
Saudara mengenal honda vario  dari pesan iklan media elektronik
55
57.3
31
32.3
10
10.4
0
0
0
0
96
100
4
Saudara mengenal  honda vario dari brosur
20
20.8
68
70.8
8
8.3
0
0
0
0
96
100
5
Saudara  mengenal honda vario  dari pameran
27
28.1
66
68.8
3
3.1
0
0
0
0
96
100
6
Membeli karena daya tarik hadiah
27
28.1
67
69.8
2
2.1
0
0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Faktor promosi berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada pasar tentang produk yang dijual.  Ada beberapa media  yang digunakan  untuk   menyebarkan informasi ( periklanan ) ini, antara lain  melalui  poster – poster  yang di pasang tempat – tempat pinggir jalan  atau di tempat – tempat strategis.
Dari tabel  - 9 menunjukan, tanggapan responden  terhadap pertanyaan daya tarik melalui papan iklan  adalah sebagai berikut : Responden  menjawab sangat setuju  dan setuju masing - masing sebanyak  33 responden  ( 34.4 %) dan  61  responden (63.5 %) dan sisanya sebanyak 2 responden (2.1% ) menjawab kurang setuju. Tanggapan  responden  terhadap pertanyaan saudara mengenal honda vario dari pesan media cetak adalah   25 responden ( 26 %) menjawab sangat setuju,  67 responden  ( 69.8 % ) menjawab setuju  dan sisanya  4 responden ( 4.2 %) menjawab  kurang setuju.
 Tanggapan  responden  terhadap indikator saudara mengenal honda vario  dari pesan iklan media elektronik adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing  55 (57.3 %) dan  31 ( 32.3 %) dan sisanya  sebanyak  10  responden ( 10.4 % ) yang  menjawab kurang  setuju.
Tanggapan  responden  terhadap indikator saudara mengenal  honda vario dari brosur  adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  20 responden (20.8 %), setuju  68 (70.8 %) dan sisanya 8 (8.3 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).
Tanggapan  responden  terhadap indikator saudara  mengenal honda vario  dari pameran adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing  27 (28.1 %) dan  66 ( 68.8 %) dan sisanya  sebanyak  3 responden ( 3.1 % ) yang  menjawab kurang  setuju.
Tanggapan  responden  terhadap indikator membeli karena daya tarik hadiah adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  27 responden (28.1 %), setuju  67 (69.8 %) dan sisanya 2 (2.1 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).

Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel Harga
Variabel harga adalah faktor yang memberikan  pengaruh terhadap minat beli konsumen  sepeda motor merek Honda vario. Harga merupakan  faktor  nilai pengganti terhadap nilai guna yang diberikan  terhadap sepeda motor  merek Honda vario.
Hasil penelitian  terhadap tanggapan  responden  mengenai variabel harga pada Tabel -10 menunjukan tanggapan  responden  terhadap indikator harga jual dari  honda vario yang terjangkau adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing  30 (31.3 %) dan  62 ( 64.6 %) dan sisanya  sebanyak 4  responden (4.2 % ) yang  menjawab kurang  setuju.
Tanggapan  responden  terhadap indikator harga honda vario  lebih mahal dibanding merek lain  adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  24 responden (25 %), setuju  67 (69.8 %) dan sisanya 5 (5.2 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).
Tanggapan  responden  tentang indikator saudara membeli  honda vario sesuai kemampuan anda  adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing  26 (27.1 %) dan  54 ( 56.3 %) dan sisanya  sebanyak  16 responden ( 16.7 % ) yang  menjawab kurang  setuju.

                                                            Tabel -10
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Variabel  Harga

No
Pernyataan
Kategori
Total
%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


Frk
%
Frk
%
Frk
%
Frk
%
Frk
%
1
Harga jual dari  honda vario yang terjangkau
30
31.3
62
64.6
4
4.2
0
0
0
0
96
100
2
Harga honda vario  lebih mahal dibanding merek lain
24
25
67
69.8
5
5.2
0
0
0
0
96
100
3
Saudara membeli  honda vario sesuai kemampuan anda
26
27.1
54
56.3
16
16.7
0
0
0
0
96
100
4
Honda vario memiliki harga jual  yang  lebih tinggi
19
19.8
71
74
5
5.2
1
1.0
0
0
96
100
5
Harga dari honda vario  yang berviariasi
29
30.3
61
63.5
5
5.2
1
1.0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Tanggapan  responden  tentang indikator honda vario memiliki harga jual  yang  lebih tinggi adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  19 responden (19.8 %), setuju  71 (74 %) dan sisanya  menjawab kurang setuju dan tidak setuju masing – masing masing – masing 5 (5.2 %) dan 1 ( 1.0%). 
Tanggapan  responden  terhadap indikator harga dari honda vario  yang berviariasi adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing  29 (30.3 %) dan  61 ( 63.5 %) dan sisanya  sebanyak 5  responden (5.2 % )  menjawab kurang  setuju dan  1 responden menjawab tidak setuju  (1.0 %)

 Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel Desain
Variabel Desain adalah faktor yang memberikan  salah satu pengaruh  kepada  perilaku konsumen dalam mempengaruhi minat beli konsumen  sepeda motor  Honda  merek vario. Variabel Desain  merupakan   faktor yang berhubungan  dengan bentuk  atau model dari sepeda motor  merek Honda vario.
Tanggapan  responden  terhadap  desain honda vario sesuai  dengan kemajuan tehnologi  seperti yang terdapat dalam Tabel- 11  di bawah adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju adalah 61 (63.5 %) dan sisanya 35 ( 36.5 %) responden menjawab setuju.
Tanggapan  responden  terhadap indikator  desain yang sesuai untuk pria dan wanita adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  67 responden (69.8 %), setuju  27 (28.1 %) dan sisanya 2 (2.1 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).
Tanggapan  responden  terhadap indikator desain yang sesuai dengan selera muda  adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing 50 (52 %) dan  40 ( 41.7 %) dan sisanya  sebanyak  6 responden (6.3 % ) yang  menjawab kurang  setuju.
Tanggapan  responden  terhadap indikator desain warna yang sesuai dengan bodi keseluruhan adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  58 responden (60.4 %), setuju  37 (38.5 %) dan sisanya  menjawab kurang setuju 1 responden (1.0 %).
Tanggapan  responden  terhadap indikator kesesuain pandangan atas keseluruhan desain  dari honda vario adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing 55 (57.3 %) dan  40 ( 41.7 %) dan sisanya  1  responden (1.0 % )  menjawab kurang  setuju.

                                                            Tabel -11
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Variabel  Desain
             
No
Item No
Kategori
Total
%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
1
Desain honda vario sesuai  dengan kemajuan tehnologi
61
63.5
35
36.5
0
0
0
0
0
0
96
100
2
Desain yang sesuai untuk pria dan wanita
67
69.8
27
28.1
2
2.1
0
0
0
0
96
100
3
Desain yang sesuai dengan selera muda
50
52
40
41.7
6
6.3
0
0
0
0
96
100
4
Desain warna yang sesuai dengan bodi keseluruhan
58
60.4
37
38.5
1
1.0
0
0
0
0
96
100
5
Kesesuain pandangan atas keseluruhan desain  dari honda vario
55
57.3
40
41.7
1
1.0
0
0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel Nilai Jual Kembali
Variabel Nilai jual Kembali adalah faktor yang memberikan  pengaruh terhadap minat beli consumen  sepeda motor    merek honda vario. Nilai jual kembali merupakan    faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan konsumen  sepeda motor honda vario terhadap harga jual kembali.
Dari  Tabel -12 dibawah ini tentang  tanggapan responden   terhadap variabel nilai jual kembali diperlihatkan  sebagai berikut :
Tabel -12
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Variabel  Nilai Jual Kembali

No
Item No
Kategori
Total
%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


Frk
%
Frk
%
Frk
%
Frk
%
Frk
%
1
Konsumen  puas terhadap nilai jual kembali  honda vario
49
51
45
46.9
2
2.1
0
0
0
0
96
100
2
Nilai jual kembali yang tetap tinggi dibanding merek lain
12
12.5
81
84.4
2
2.1
1
1.0
0
0
96
100
3
Perkiraan nilai jual kembali dimasa mendatang
7
7.3
68
70.8
21
21.9
0
0
0
0
96
100
4
Honda vario bekas mudah untuk dijual kembali
15
15.6
77
80.2
4
4.2
0
0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Dari Tabel -12 bisa dijelaskan  bahwa tanggapan responden terhadap indikator- indikator dari nilai jual kembali ( resale value)  sepeda motor Honda Vario adalah  terhadap pernyataan  konsumen memiliki kepuasan  terhadap nilai  jual kembali  adalah sebagai berikut : Responden yang  menjawab sangat setuju 49 responden ( 51 %), setuju  45 ( 46.9 %). Tanggapan responden  atas indikator harga jual yang tetap tinggi  dibanding dengan merek lain  adalah  sebanyak  12 (12.5 %) responden menjawab sangat setuju,  81 (84.4 %) responden  menjawab setuju dan  sisanya sebanyak 2 (2.1% ) responden menjawab kurang setuju.  Indikator  harga jual dari honda vario yang dapat diperkirakan dimasa mendatang ( item no.35 ), dari hasil sebaran kuisioner diperoleh  jawaban   7 (7.3 %) responden menjawab sangat setuju, 68 (70.8 % ) menjawab setuju dan sebanyak  21 (21.9) responden menjawab kurang setuju.  Tanggapan responden atas  indikator sepeda motor Honda Vario yang bekas mudah untuk dijual kembali adalah  15 (15.6 %) responden  menjawab sangat setuju, 77 (80.2 %) responden menjawab  setuju sedangkan sisanya  4 (4.2 %) responden menjawab kurang  setuju.

Penjelasan Jawaban Responden  Atas Variabel  Minat Beli Konsumen  

Variabel Minat Beli n konsumen  adalah  tindakan – tindakan konsumen  yang secara  langsung  didalam  memperoleh  sepeda motor  merek Honda Vario yang mereka inginkan, memutuskan  membeli serta menggunakan sepeda motor  tersebut.

Tabel -13
Tanggapan Responden Terhadap Indikator Minat Beli Konsumen
No
Item No
Kategori
Total
%
Sangat Setuju
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju


F
%
F
%
F
%
F
%
F
%
1
Merek memenuhi kebutuhan
51
53.1
44
45.8
1
1.0
0
0
0
0
96
100
2
Berusaha mencari informasi tambahan sebelum membeli
57
59.4
38
39.6
1
1.0
0
0
0
0
96
100
3
membandingkan dengan merek lain sebelum membeli
53
55.2
42
43.8
1
1.0
0
0
0
0
96
100
4
Membandingkan mutu dengan mutu merek lain
57
59.4
38
39.6
1
0.0
0
0
0
0
96
100
5
membandingkan  promosi honda vario dengan promosi merek lain
21
21.9
57
59.4
16
16.7
2
2.1
0
0
96
100
6
membandingkan harga  honda vario dengan harga merek lain
41
42.7
54
56.3
1
1.0
0
0
0
0
96
100
7
membandingkan desain merek vario dengan desain merek lain
70
72.9
25
26
1
1.0
0
0
0
0
96
100
8
membandingkan  nilai jual kembali  dari honda merek vario dengan merek lain
13
13.5
69
71.9
14
14.6
0
0
0
0
96
100
9
Honda vario secara keseluruhan dilihat dari merek, kualitas, promosi,  harga, desain dan nilai jual mempengaruhi keputusan  membeli
52
54.2
43
44.8
1
1.0
0
0
0
0
96
100
10
Saudara merasa puas  setelah membeli
57
59.4
37
38.5
2
2.1
0
0
0
0
96
100
11
akan menganjurkan pemakaian  honda vario kepada teman – teman anda
22
22.9
62
64.6
12
12.5
0
0
0
0
96
100
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Dari Tabel -13 menunjukan tanggapan responden  terhadap indikator dari merek honda vario adalah merek yang dapat memenuhi kebutuhan  adalah sebagai berikut : responden  yang  menjawab sangat setuju dan setuju  masing – masing sebanyak  sebanyak  51 (53.1 %)  dan  44 (45.8 %) dan  sisanya sebanyak 1 (1.0 %) responden  menjawab  kurang  setuju.   Dan tanggapan  responden  terhadap indikator berusaha mencari informasi tambahan sebelum membeli  adalah  sebanyak  57 (59.4 %)  menjawab sangat setuju, setuju 38 (39.6 %) serta 1 responden menjawab kurang setuju (1.0 % ). Sementara tanggapan   responden terhadap indikator membandingkan dengan merek lain sebelum membeli adalah yang  menjawab sangat setuju 53 responden ( 55.2 %), setuju  42 ( 43.8 %) dan 1 responden yang kurang setuju (1.0 %). Tanggapan responden  atas indikator membandingkan mutu dengan mutu merek lain adalah  sebanyak  57 (59.4 %) responden menjawab sangat setuju,  38 (39.6 %) responden  menjawab setuju dan  sisanya sebanyak 1 (1.0 % ) responden menjawab kurang setuju.  Indikator  dari membandingkan  promosi honda vario dengan promosi merek lain dari hasil sebaran kuisioner diperoleh  jawaban  21 (21.9 %) responden menjawab sangat setuju, 57 (59.4 % ) menjawab setuju dan sebanyak  16 (16.7) responden menjawab kurang setuju dan  2 responden  menjawab  tidak setuju (2.1). Tanggapan responden terhadap   indikator membandingkan harga  honda vario dengan harga merek lain adalah  41 (42.7 %) responden  menjawab sangat setuju, 54 (56.3. %) responden menjawab  setuju sedangkan sisanya  1 (1.0 %) responden menjawab kurang  setuju.  Tanggapan  responden  terhadap  indikator membandingkan desain merek vario dengan desain merek lain adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju adalah 70 (72.3 %) dan sisanya  menjawab setuju dan kurang setuju  masing – masing  25 ( 26 %) dan 1 (1.0%). Tanggapan  responden  terhadap  indikator membandingkan  nilai jual kembali  dari honda merek vario dengan merek lain  adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  13 responden (13.5 %), setuju  69 (71.9 %) dan sisanya 14 (14.6 %)  kurang setuju, sedangkan yang menjawab  tidak setuju dan sangat tidak setuju   tidak ada ( 0 %).
Tanggapan  responden  terhadap indikator honda vario secara keseluruhan dilihat dari merek, kualitas, promosi,  harga, desain dan nilai jual kembali mempengaruhi keputusan saudara untuk membeli   adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing 52 (54.2 %) dan  43 ( 44.8 %) dan sisanya  sebanyak  1 responden (1.0 % ) yang  menjawab kurang  setuju.
Tanggapan  responden  terhadap saudara merasa puas  setelah membeli adalah  sebagai berikut : responden yang  menjawab sangat setuju  57 responden (59.4 %), setuju  37 (38.5 %) dan sisanya  menjawab kurang setuju 2 responden (2.1 %).
Tanggapan  responden  terhadap indikator saudara akan menganjurkan pemakaian  honda vario kepada teman – teman anda adalah  sebagai berikut : responden  yang menjawab sangat setuju dan setuju masing – masing 22 (22.9 %) dan  62 ( 64.6.7 %) dan sisanya  12  responden (12.5 % )  menjawab kurang  setuju.

Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Pertama
Uji asumsi klasik    dilakukan untuk  menguji bahwa  model analisis   yang digunakan  telah memenuhi persyaratan  dan  dengan  tujuan untuk memastikan  bahwa analisis linear berganda  dapat  digunakan  atau tidak .
Hasil Uji Normalitas Data
Uji Normalitas Data  adalah  bertujuan untuk  menguji apakah dalam model  regresi, variabel pengganggu atau residual   memiliki  distribusi normal . Untuk uji t dan uji F mengasumsikan  bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Pengujian  normalitas  data  dalam penelitian ini dilakukan dengan cara  menguji analisis grafik  yang dilakukan dengan  dua cara  yaitu dengan melihat  grafik  histogram dan  dengan  normal probability plot yang membandingkan  distribusi kumulatif dari ditribusi  normal. Distribusi normal akan  membentuk satu garis lurus diagonal, jika ditribusi data residual normal maka garis  yang menggambarkan data  sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
  N                                                                                                                               
Gambar -1. Histogram Data Konsumen
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)
                                   
Gambar - 2. Normal P-P Plot Data Konsumen
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)


Dari  grafik  Histogram dan P-P Plot   pada Gambar  - 1 dan - 2 di atas  menunjukkan  bahwa grafik  histogram memberikan  pola distribusi   yang normal artinya tidak menceng  kekiri maupun ke kanan  sedangkan grafik  normal PP.Plot terlihat  bahwa titik – titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis  diagonal, dengan demikian   maka model regresi memenuhi  asumsi normalitas data sebagai dasar pengambilan keputusan. Sedangkan  bila  grafik  histogram  memberikan  pola distribusi  yang menceng ke kiri  maupun ke kanan dan  grafik PP-Plot  datanya menyebar jauh dari diagonal  dan tidak mengikuti  arah garis diagonal  maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji  apakah model  regresi ditemukan adanya  korelasi antar variabel bebas (independen). Suatu model yang baik  seharusnya  tidak terjadinya  korelasi di antara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi  maka dapat dilihat dengan memperhatikan  sebagai berikut :
  1. Jika  nilai  %yang dihasilkan oleh suatu  estimasi model  regresi  empiris sangat tinggi, tetapi  secara individual  variabel – variabel  independen banyak yang tidak signifikan.
  2. Dengan menganalisis matrik korelasi  variabel independen, jika antar variabel independen  ada korelasi yang cukup tinggi ( umumnya diatas  0.90), maka  maka hal ini indikasi adanya multikolonieritas.
  3. Multikolinearitas  dapat juga  dengan melihat   nilai toleransi dan lawannya  variance inflation factor (VIF). Jika  nila tolerance < 0.10 atau  VIF > 10 berarti terdapat multikolonieritas.

Tabel - 14
Collinearity Statistics Hasil Uji Hipotesis Pertama

Model
R
R Square
Adjusted Square
Std.Error of
Estimate
1
.803a
.645
.621
.21544
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Tabel - 15
Collinearity Statistics
Untuk Data Faktor – Faktor yang mempengaruhi Minat Beli Konsumen
 Sepeda Motor Merek Honda
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Dari  hasil pengujian  pada Tabel -14 menunjukan bahwa  nilai R² hasil estimasi model  regresi terlihat  bahwa  R² adalah sebesar 64,5 % ini berarti tidak terjadinyanya multikolonieritas.  Sedangkan dari  Tabel -15  di atas  menunjukkan   hasil perhitungan  nilai tolerance juga menunjukan  tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang dari 0.10, ini menunjukan tidak  ada  korelasi antar variabel independen  yang nilainya melebihi 95 %. Hasil perhitungan  nilai Variance Inflantion Factor ( VIF) juga  menunjukan hal yang sama bahwa  tidak  ada diantara variabel yang mempunyai nilai  VIF  lebih dari 10, dengan demikian  dapat disimpulkan bahwa  tidak  ada multikolonieritas  antar variabel independen  dalam model regresi.

Hasil Uji Heterokedastisitas
Uji  heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah  dalam model  regresi  terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan  yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka di sebut homokedastisitas dan apabila  berbeda maka  disebut heterokedastisitas.  Ada beberapa cara untuk mendeteksi  ada atau tidak terjadinya heteroskedastisitas, diantaranya adalah dengan melihat  grafik  plot  yaitu apabila  ada pola tertentu  seperti titik – titik yang membentuk pola tertentu yang teratur  (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka hal ini mengidentifikasikan  telah terjadinya  heteroskedastisitas, dan  jika tidak ada pola yang jelas serta  titik – titik menyebar di atas   dan di bawah angka  0 pada sumbu Y    maka hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas.
      
Gambar - 3. Scatter Plot
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)


Dari  gambar di atas  memperlihatkan bahwa tidak  ada terbentuknya pola  yang  jelas dari scaterplot, serta titik –titiknya menyebar  diatas dan di bawah angka  0 pada  sumbu Y, dengan  demikian  dari  Gambar  - 3 di atas menunjukan tidak terjadinya heteroskedastisitas.

Analisis Faktor – faktor  yang mempengaruhi minat beli  konsumen terhadap sepeda motor merek honda Vario

Hasil estimasi  model penelitian  dari  faktor – faktor  yang mempengaruhi minat beli  konsumen  terhadap  sepeda motor merek honda vario pada Tabel -16 menunjukan bahwa.
Tabel- 16
Hasil Regresi Faktor – faktor yang Mempengaruhi  Minat beli
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)

Berdasarkan  hasil regresi model penelitian menunjukan faktor – faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen terhadap sepeda motor merek Honda vario di Kota Lhokseumawe yang di tampilkan  dalam Tabel -16 di atas, maka persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Y =  473 +0.218 (X1)+ 0.062(X2) + 0.369(X3) + 0.055(X4) + 0.255(X5) + 0.166(X6)
                                                           





Tabel -17
                                Koefisien  Determinasi (R²) Model Penelitian
Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)
Goodness of fit dari model regresi dilakukan sebagai uji keberartian (signifikansi) yang dilakukan  dengan melihat nilai determinasi (R²) dari kemampuan  variabel independen untuk menjelaskan  variabel dependen. Hasil uji dari goodness of fit  yang ditampilkan  pada Tabel -17 di atas menunjukan  bahwa untuk model tersebut diperoleh  koefisien determinasi  sebesar 0.645,  ini bermakna  bahwa variansi  kemampuan dari  variabel  merek, kualitas, promosi,  harga, desain dan nilai jual kembali  dalam menjelaskan kemampuannya  mempengaruhi minat beli  konsumen adalah sebesar 64.5 % sedangkan sisanya sebesar  35.5 %  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model ini.

Untuk pengujian hipotesis  pertama dilakukan dengan   pengujian  secara serempak.  Pengujian secara  serempak  atau uji F dilakukan untuk menguji pengaruh dari  variabel  bebas terhadap variabel terikat. Pengujiannya  menggunakan kriteria bila  F hitung  lebih besar  dari  F tabel pada ά b = 0.05 maka hipotesis yang     menyatakan bahwa merek, kualitas, promosi, harga, desain dan nilai  jual kembali   mempengaruhi  minat beli  konsumen  terhadap sepeda motor merek honda vario  maka  dapat diterima.



Tabel -18
Hasil Uji F Hipotesis  Pertama

Sumber : Hasil Penelitian, 2009  (Data Diolah)


Berdasarkan   Tabel -18  di atas menunjukkan bahwa diperoleh  nilai F hitung  untuk model adalah  sebesar  26.936 sedangkan untuk F Tabel pada df = n – k  (96 – 7 = 89 )  dan diperoleh F tabel sebesar  2,18 dengan demikian Fhitung > Ftabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya keenam variabel bebas yaitu merek, kualitas, promosi, harga, desain dan nilai jual kembali di atas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap  minat beli konsumen sepeda motor merek Honda vario  di Kota Lhokseumawe dengan  signifikansi  sebesar 0.000.

Pengujian Hipotesis Kedua dilakukan dengan pengujian secara Parsial

4.5.2.1. PENGARUH MEREK(X1) TERHADAP  MINAT BELI  (Y)
Dari Tabel  - 16 diketahui nilai signifikansi t pengaruh variabel merek(X1) adalah sebesar 0,002, ini berarti signifikansi t lebih kecil dari ά = 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel merek mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen . Dari di atas juga diperlihatkan  t hitung untuk variabel  pengaruh dari merek  (X1) adalah sebesar  3.117  pada tabel t dengan df = n – k (96 - 7 = 89) dan tingkat pengujian ά = 0.05  diperoleh t tabel  1980 dengan demikian  karena t hitung (3.117) > t tabel ( 1980) maka  merek berpengaruh secara signifikan  terhadap minat beli  konsumen sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe.

Pengaruh Kualitas (X2) terhadap Minat Beli Konsumen (Y)
Berdasarkan Tabel - 16  diketahui bahwa  nilai signifikansi t pengaruh kualitas  (X2) adalah sebesar 0,387, ini berarti  bahwa signifikansi t  lebih besar dari ά = 0.05. maka dapat dikatakan  bahwa variabel kualitas secara parsial  tidak  mempunyai pengaruh yang signifikan  terhadap minat beli .  Untuk  perhitungan t hitung untuk variabel  pengaruh dari kualitas (X2) adalah sebesar  0.870 pada tabel t dengan df = n – k (96-7 = 89) dan  dengan tingkat pengujian ά = 0.05  diperoleh t tabel  1980 dengan demikian  karena t hitung (0.870) < t tabel ( 1980) maka  kualitas  tidak berpengaruh signifikan secara  statistik terhadap minat beli   konsumen terhadap sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe. Namun walaupun secara  parsial variabel kualitas tidak menunjukan nilai yang signifikan tetapi secara serempak  mempunyai pengaruh yang  signifikan.

Pengaruh Promosi (X3) terhadap Minat Beli Konsumen (Y)
Dari Tabel -16  di ketahui bahwa nilai signifikansi t pengaruh dari promosi (X3)  adalah sebesar 0.000 ini menunjukan bahwa signifikansi  t  lebih kecil  dari ά = 0.05  dan memberi makna bahwa  variabel dari  promosi tersebut adalah berpengaruh  signifikan terhadap minat beli  konsumen sepeda motor merek honda vario di kota Lhokseumawe. Dari perhitungan secara statistik diperoleh hasil untuk  t hitung variabel  pengaruh dari promosi (X3) adalah sebesar  4.180. pada tabel t dengan df = n – k (96-7 = 89) dan tingkat pengujian ά = 0.05  diperoleh t tabel  1980 dengan demikian  karena t hitung (4.180) > t tabel ( 1980) maka  promosi  berpengaruh signifikan secara  statistik terhadap minat beli   konsumen sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe.

Pengaruh Harga (X4) terhadap  Minat Beli Konsumen  (Y)
Dari Tabel -16  di atas diperoleh t hitung untuk variabel  pengaruh dari harga (X4) adalah sebesar  0.876. Pada tabel t dengan df = n – k (96-7 = 89) dan tingkat pengujian ά = 0.05  diperoleh t tabel  1980 dengan demikian  karena t hitung (0.876) < t tabel ( 1980) maka  harga tidak berpengaruh signifikan secara  statistik terhadap minat beli konsumen terhadap sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe.

Pengaruh Desain (X5) terhadap Minat Beli Konsumen (Y)
Dari Tabel - 16  di atas diperoleh t hitung untuk variabel  desain (X5) adalah sebesar  3.642. Pada tabel t dengan df = n – k (96-7 = 89) dan tingkat pengujian ά = 0.05  diperoleh t tabel  1980 dengan demikian  karena t hitung (3.642) > t tabel ( 1980) maka  desain berpengaruh signifikan secara  statistik terhadap minat beli konsumen sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe.

 Pengaruh Nilai jual kembali (X6) terhadap Minat Beli Konsumen (Y)
Dari Tabel -16   di atas diperoleh t hitung untuk variabel  desain (X5) adalah sebesar  2.060. Pada tabel t dengan df = n – k (96 - 7 = 89) dan tingkat pengujian ά = 0.05  diperoleh t tabel  1980 dengan demikian  karena t hitung (2.060) > t tabel ( 1980) maka  nilai jual kembali berpengaruh signifikan secara  statistik terhadap minat beli   konsumen sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe.

Kesimpulan 
Berdasarkan  hasil analisis dan pembahasan , maka    dapat disimpulkan   sebagai berikut :
1.  Berdasarkan hasil  pengujian  secara serempak dari variabel  merek,  kualitas,  promosi, harga, desain dan nilai jual kembali  diperoleh hasil bahwa  variable tersebut  mempengaruhi  minat beli konsumen terhadap  sepeda motor  merek honda vario  di Kota Lhokseumawe, hal ini dibuktikan dengan  hasil perhitungan F hitung diperoleh nilai  sebesar 26.936 sedangkan untuk F Tabel pada v = n – k  (96 – 7 = 89 )  dan diperoleh nilai F tabel sebesar  2.18 dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa  nilai F  tabel pada taraf a= 0.05 adalah Fhitung > Ftabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya keenam variabel bebas yaitu merek, kualitas, promosi, harga, desain dan nilai jual kembali di atas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda vario  di Kota Lhokseumawe dengan  signifikansi  sebesar 0.000.
2.   Secara parsial nilai standardized coefficients variabel promosi terhadap minat beli konsumen  sebesar 0.319, lebih besar dari variabel – variabel lainnya. Artinya faktor  promosi berpengaruh  secara dominan terhadap minat beli  konsumen  sepeda motor merek honda  vario di kota Lhokseumawe.
 Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan diatas maka  ada beberapa hal  yang menjadi saran dari peneliti  yang mungkin dapat dilakukan dan bermanfaat bagi pihak otomotif. Adapun saran yang diusulkan adalah sebagai berikut :
1. Promosi merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan terhadap  minat beli konsumen sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe hal ini mencerminkan bahwa faktor promosi merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pembelian sepeda motor merek honda vario.  Bagi  Produsen hendaknya memperhatikan faktor  promosi  terhadap konsumen konsumennya, karena semakin  tinggi tingkat promosi , maka akan semakin tinggi tingkat  informasi yang diterima  masyarakat. Promosi juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan. Bertitik tolak hasil ini, pengusaha harus melakukan promosi dengan menggunakan media yang luas seperti Surat kabar, Televisi, maupun media-media cetak lainnya, sehingga sepeda motor honda  bukan hanya dikenal oleh masyarakat di Lhokseumawe, tetapi juga dikenal oleh masyarakat dari daerah-daerah yang lain.
2.  Faktor Desain merupakan faktor  pengaruh yang dominan  kedua  setelah promosi terhadap  minat beli i  konsumen terhadap pembelian sepeda motor merek honda vario di Kota Lhokseumawe, maka hal ini mencerminkan bahwa faktor desain merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pembelian sepeda motor merek honda vario. Bertitik tolak dari hasil tersebut, perusahaan  hendaknya dalam membuat atau memasar produknya, harus sangat memperhatikan  dari  bentuk dari desain  sepeda motor.

           
Referensi

Assael, Henry,  1987, Consumer Behavior and Marketing Action, Fourth Edition PWS, Kent Publishing Company, Boston.
Boyd, Walker dan Larreche, 2000, Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global, Erlangga, Jakarta.
Engel, James F, et.al,  1994, Consumer Behavior, Jilid 1, Alih Bahasa Budiyanto, Penerbit : Binarupa Aksara, Jakarta.Penerbit : Erlangga, Jakarta.
Juran J.M. dan Griya, F.M. 1993. Quality Planning and Analysis. 3 ED. Singapore: Mic-Graw Hill.Inc.
Ghozali, Imam, 2002, Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Edisi Kedua, Universitas Diponegoro, Semarang.
Joesron Suhartati dan Fathorrozi,2003,Teori Ekonomi Mikro : Salemba Empat, Jakarta.
Keegan, Warren J, and Mark, 1997,  Principle of Global Marketing, Engle wood
Kerlinger, Fred N, 1995, Asas-asas Penelitian Behavioral, Edisi Ketiga, Cetakan Keempat, Penerjemah Landung R, Simatupang,Gajah Mada University, Yogyakarta.
Kotler, Philip, 1997,  Manajemen    Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Edisi Keenam, Jilid  1, Penerjemah Herujati Purwoko, Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip, 2000, Marketing Management, The Millnennium Edition 1, Prentice Hall  International, Inc
Mowen,John dan  Michael Minor, 2002, Perilaku Konsumen, Jilid 1, Alih Bahasa Dwi Kartini Yahya, Erlangga, Jakarta .
_________________________, Perilaku Konsumen, Jilid 2, Alih Bahasa Dwi Kartini Yahya, Erlangga, Jakarta .
Nazir, Moh, 1999, Metode Penelitian, Penerbit : Ghalia Indonesia, Jakarta
Peter, J. Paul, 2000, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Penerbit: Erlangga, Jakarta.
Putong Iskandar, 2002, Ekonomi Mikro dan Makro, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Raha Sitti, 2005, Estimasi Fungsi Permintaan,e-USU Repository, Medan
Salomon, R.M. 2002. Consumer Behavior, 5th ed. Upper Saddle River, New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Schiffman, Leon, G.,Leslie Lazar Kanuk, 2000, Consumer Behavior, Edisi Tujuh, Prentice-Hall, New Jersey.
Setiadi, Nugroho, J, 2003, Perilaku Konsumen, Penerbit, Prenada Media, Bandung.
Sugiyono, 2003, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung
Sutisna, 2001, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Rosda Karya, Bandung.
Swastha,  Basu DH, 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta
Tjiptono, F. (1996), Strategi Bisnis dan Manajemen, , Penerbit, And, Yogyakarta.
Tjiptono, F. (2000), Strategi Pemasaran, 2 nd ed., Penerbit Andi, Yogyakarta.

Umar Husein, Metode Riset Perilaku Orgaisasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.











































ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI DAERAH TUJUAN WISATA PANTAI IBOIH SABANG

Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dan Staff Pengajar Universitas Malikussaleh Lhokseumawe.


Abstrak
Industri pariwisata merupakan salah satu industri terbesar dengan tingkat pertumbuhan yang paling pesat di dunia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati terhadap kepuasan wisatawan di daerah tujuan wisata pantai Iboih Sabang dan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kepuasan wisatawan dengan loyalitas wisatawan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan bersifat eksplanatori. Pengambilan sampel secara aksidental, dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengujian hipotesis pertama menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan uji secara serempak (uji F) dan uji secara parsial (uji t) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Sedangkan pengujian hipotesis kedua dengan menggunakan analisis Spearman Rank-Order Correlation Coefficient yang digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepuasan wisatawan dengan loyalitas wisatawan.

Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan, Loyalitas












ABSTRACT

            Tourism industry is a big industry which the most accretion in the world. The research purposing to find out and analyzing the relation of tourist satisfaction with tourist loyalty. The research method are descriptive quantitative approach with survey and explanatory research. There are four hypothesis. The sample taking with accidental way, and there are 100 respondents. The research analyze using Multiple Regression technique with simultaneously test (F test) and partial test (t test) for the first, to find out the influence of independent variable to dependent variable with 95% degree of freedom. The second hypothesis using Rank Spearman Rank-Order Analyze to find out the relation between tourist satisfaction with tourist loyalty.

Key words: Tourist Quality, Satisfaction, Loyalty.




























Industri pariwisata merupakan salah satu industri terbesar dan merupakan sektor jasa dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di dunia saat ini. Bahkan dewasa ini sektor pariwisata menduduki posisi kedua dalam penerimaan devisa negara setelah minyak dan gas. Oleh sebab itu, banyak negara saat ini mencoba untuk meningkatkan hasil devisanya dengan jalan membangun industri pariwisata. Industri ini dibangun dengan harapan agar wisatawan banyak datang berkunjung dan membelanjakan uangnya. Atas dasar ini banyak daerah khususnya negara berkembang berupaya memajukan sektor pariwisata dengan cara memperbaiki infrastruktur pariwisata, penyediaan insentif berupa pembebasan visa kunjungan wisata, promosi dan pemasaran ke luar negeri.
Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang mempunyai berbagai macam objek wisata dan kebudayaan yang cukup menarik yang sangat diminati oleh wisatawan, baik itu objek wisata yang ada di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan masih banyak lagi daerah lainnya yang ada di Indonesia, semuanya bisa dikatakan masih sangat kurang pengembangannya jika dibandingkan dengan negara lain yang sangat peduli dengan pariwisatanya.
Nanggroe Aceh Darussalam banyak memiliki daerah-daerah yang memiliki objek wisata yang sangat menarik, salah satunya adalah daerah Sabang. Sabang memiliki banyak objek wisatanya, salah satu objek wisata yang terkenal di Sabang adalah pantai Iboih, jaraknya sekitar 20 km barat laut kota Sabang. Pantai ini memiliki taman bawah laut yang sangat indah dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan karang yang beraneka ragam jenisnya. Setiap Sabtu serta Minggu banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Iboih ini. Perkembangan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2007 dapat terlihat dalam Tabel berikut ini :

Tabel 1.    Perkembangan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) dan Wisatawan Nusantara (wisnus) ke Sabang Tahun 2000 – 2007

Tahun
Jumlah
Wisman (orang)
Jumlah
Wisnus (orang)
Total
(orang)
2000
2.664
71.722
74.386
2001
3.725
87.217
90.942
2002
3.185
75.400
78.585
2003
1.659
81.532
83.191
2004
81
10.004
10.085
2005
2.276
72.231
74.507
2006
3.681
98.755
102.436
2007
2.987
91.093
94.080
      Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang. Tahun 2007 (data diolah)

Kota Sabang letaknya berada di Pulau Weh dan merupakan bagian dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau Weh dikenal dengan slogan : Point of Zero Kilometer Republic Indonesia (Titik Nol Kilometer Indonesia), ditandai dengan didirikan monumen untuk menandai dimulainya perhitungan jarak dan luas territorial Negara Republik Indonesia. Pulau Weh (Kota Sabang) mempunyai luas sekitar 154 kilometer persegi yang terdiri dari 3% dataran rendah, 10% dataran bergelombang, 35% berbukit dan 52% bergunung, dengan jumlah penduduknya 28.703 jiwa yang terdiri atas berbagai etnik suku, agama dan bangsa, termasuk Cina dan India. Sabang berada pada ketinggian rata-rata 28 meter di atas permukaan laut.
Pulau Weh (Kota Sabang) secara umum terletak diantara 050 46’ 28” dan 050 54’ 28” Lintang Utara (LU) dan 950 13’ 02” dan 950 22’ 36” Bujur Timur (BT) di ujung paling Barat wilayah Republik Indonesia, dan memiliki beberapa pulau disekitarnya seperti : Pulau Rubiah, Klah, Seulako dan Pulau Rondo. Peta Pulau Weh dapat dilihat pada Gambar IV.1 berikut ini:
Gambar  Peta Pulau Weh
Dari Gambar terlihat bahwa dari segi geografis Indonesia, wilayah kota Sabang merupakan wilayah administratif paling barat, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand dan India. Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.
Untuk sampai di kota Sabang  satu-satunya cara bagi wisatawan adalah dengan menyeberangi lautan dari pelabuhan Krueng Raya atau pelabuhan Ulee le di Banda Aceh dengan menggunakan kapal ferry yang menyeberang ke pelabuhan Balohan Sabang dengan jarak tempuh kurang lebih 2 jam, atau dapat juga menggunakan kapal motor cepat yaitu : KM Pulo Rondo dan KM Bahari Ekspress, dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit. Selanjutnya dari pelabuhan Balohan, wisatawan dapat memilih kendaraan angkutan minibus atau taxi untuk menuju kota Sabang atau ketempat wisata yang dituju.
Keindahan pantai merupakan pemandangan yang sangat menarik di Sabang, salah satunya adalah pantai Iboih yang berada di areal sekitar 1.300 hektar di desa Iboih kecamatan Sukakarya yang mempunyai pesona yang unik, karena memiliki pemandangan bawah laut yang indah dengan terumbu karangnya, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya Karang Lupas, Karang Rusa, Karang Kerupuk. Selain terumbu karang, juga dapat ditemui berbagai jenis ikan karang seperti Angel fish, Tropet fish, Dunsel fish, Sergeon fish, Grope fish, Parrot fish dan lain-lain. Ikan-ikan ini berada di sekitar laut Pulau Weh dan sebagian merupakan endemik di daerah ini. Selain itu juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan ekonomis seperti Tuna, Kakap, Kerapu, Bayan, Pisang-pisangan dan lain-lain. Monumen tugu kilometer nol Indonesia juga terletak di desa Iboih ini, jarak antara pantai Iboih dengan tugu kilometer nol adalah 6 (enam) kilometer.
Panorama alam di pantai Iboih ini teduh dan sejuk, air laut menghijau ke tepian pantai. Jarak 150 meter dari tepi pantai Iboih terdapat sebuah pulau dengan luas 2.600 hektar yang diberi nama pulau Rubiah, pulau ini juga memiliki pemandangan taman bawah laut yang indah dengan terumbu karang dan ikan hias yang beraneka ragam jenisnya. Pengunjung dapat menyeberang dengan menggunakan perahu boat dan menginap di pulau Rubiah.
Sebagai salah satu objek wisata yang belum lama dikenal oleh banyak orang. Pantai Iboih dihadapkan pada tantangan bagaimana untuk dapat menarik hati para wisatawan agar mau berkunjung, untuk itulah setiap pelaku wisata harus terus memperbaiki berbagai fasilitas-fasilitas yang ada. Pemerintah dan pelaku wisata harus bisa menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan, dan disamping itu pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pariwisata harus bisa memberikan pelayanan yang bermutu tinggi kepada wisatawan. Jika tujuan ini telah dicapai, wisatawan akan merasa puas, ini adalah hasil yang paling diinginkan oleh semua petugas pariwisata dalam memberikan pelayanan, selanjutnya setelah wisatawan puas diharapkan mereka dapat berkunjung lagi dan menceritakan kepada orang lain.
Berdasarkan fenomena yang ada, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: (1) Sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari : bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati terhadap kepuasan wisatawan. (2) Sejauh mana hubungan kepuasan wisatawan dengan loyalitas wisatawan untuk dapat berkunjung kembali kedaerah tujuan wisata pantai Iboih Sabang.



Pengertian Dan Karakteristik Pemasaran Pariwisata
Pemasaran merupakan suatu jembatan antara produsen dan konsumen. Kegiatannya dimulai semenjak suatu barang dan jasa diproduksi, mendistribusikannya sampai ke tangan konsumen akhir. Menurut Kotler, John dan James (2002) Pemasaran (marketing) adalah proses sosial dan manajerial yang mengakibatkan individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain.
Menurut Ginting (2005) “Pemasaran pariwisata adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana wisatawan dan penyedia jasa wisata mendapatkan kebutuhan dan keinginannya melalui pertukaran. Penyedia jasa menciptakan, menawarkan jasa wisata dan bertukar jasa wisata yang berkualitas dengan uang wisatawan dan wisatawan dapat menikmati jasa wisata yang berkualitas yang ditawarkan sehingga kedua belah pihak memperoleh kepuasan”.

Jadi pemasaran pariwisata adalah usaha yang dilakukan suatu organisasi pariwisata nasional untuk menarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara lebih banyak datang berkunjung, lebih lama tinggal dan lebih banyak membelanjakan uangnya pada daerah tujuan wisata yang dikunjunginya.
Pemasaran produk industri pariwisata jauh lebih kompleks sifatnya dibandingkan dengan memasarkan produk perusahaan manufaktur yang umumnya berbentuk atau berwujud. Oleh karena itu sebelum memasarkan produk industri pariwisata, seorang penjual haruslah memahami dan mengerti benar sifat dan karakter yang akan ditawarkan kepada pembeli (wisatawan)
Industri pariwisata sama dengan industri jasa lainnya yang produknya adalah jasa yang memiliki karakteristik seperti yang dikemukakan oleh beberapa pakar antara lain menurut Griffin dalam Lupiyoadi (2001) menyatakan :
  1. Intangibility (tidak berwujud).
Jasa tidak dapat dilihat, diraba, didengar atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tidak berwujud yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau rasa aman
  1. Unstorability.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar